Berita Islami Masa Kini

8 Atlet Muslimah yang Berani Dobrak Stereotip Perempuan Muslim

0

Di Arab Saudi, perempuan membutuhkan persetujuan laki-laki sebelum mereka bisa keluar rumah tanpa didampingi. Namun, hal itu tidak menghalangi perempuan Saudi bertanding di Olimpiade dan mendaki Gunung Everest.

Di Afghanistan, atlet perempuan dilecehkan, diancam dan diolok-olok karena tampil di depan laki-laki yang bukan merupakan suami mereka. Namun, mereka rela membahayakan nyawa dengan mengukir pencapaian baru di dunia lari.

Berikut ini delapan atlet Muslim perempuan yang mendobrak stereotip di dunia Islam, dikutip dari Al Bawaba, Ahad pekan lalu.

1. Inilah pelari dari Afghanistan, Tahmina Kohistani (26 tahun). Dia adalah satu-satunya perempuan dari Afghanistan yang berpartisipasi dalam Olimpiade 2012 di London. Mahasiswi ini kerap menerima celaan saat berlatih di Kabul, tapi dia tidak peduli.

“Saya di sini untuk memulai era baru bagi perempuan di Afghanistan,” katanya.

2. Perkenalkan, Zahra Lari, seorang pemain seluncur indah dari Uni Emirat Arab. Dia menjadi pemain seluncur indah pertama dari Teluk yang bertarung dalam sebuah kompetisi internasional pada 2012, European Cup di Italia.

Lari yang berusia 17 tahun saat itu juga menjadi pemain seluncur indah pertama yang mengenakan jilbab di kompetisi tersebut.

3. Kulsoon Abdullah (39 tahun) adalah atlet angkat besi Pakistan-Amerika. Dia orang pertama yang berkompetisi dalam ajang olah raga internasional dengan jilbab membalut kepalanya.

Abdullah yang juga pemegang gelar doktor teknik komputer telah mewakili Pakistan dalam kompetisi angkat besi di dunia. Dia menuangkan pengalamannya di LiftingCovered.com.

4. Tahun ini di Brasil, pemain anggar Ibtihaj Muhammad akan menjadi warga AS pertama yang berkompetisi di Olimpiade dengan mengenakan jilbab. Perempuan 30 tahun ini juga menjadi Mulimah pertama yang bergabung dalam tim anggar Olimpiade.

Presiden AS Barack Obama memberinya dukungan secara pribadi bulan ini saat dia mengunjungi masjid di Maryland. “Bawa pulang emasnya, (tapi) tak ada tekanan,” ujarnya.

5. Pemain seluncur salju ekstrem Mona Seraji (33 tahun) dikenal sebagai duta besar Iran untuk seluncur salju atas usahanya memerangi stereotip mengenai perempuan Muslim di dunia olah raga. Seraji mengatakan stereotip mengenai perempuan merupakan masalah, bahkan di luar Timur Tengah.

“Tubuh perempuan selalu menjadi isu di setiap masyarakat,” katanya kepada majalah Huck Juli lalu.

6. Pada 2012, pemain judo Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shahrkani menjadi perempuan Saudi pertama yang berkompetisi di Olimpiade. Sayangnya, pertandingannya tidak disiarkan di negaranya. Ulama Saudi mengatakan tidak pantas bagi perempuan bertarung di depan laki-laki, seperti juri dan wasit.

7. Shinoona Salah al-Habsi (22 tahun) adalah salah satu dari empat atlet Oman yang berkompetisi di Olimpiade London 2012. Oman belum pernah memenangkan medali Olimpiade, dan al-Habsi yang lahir di Muscat bertekad menjadi yang pertama mempersembahkan medali. Namun, kemenangan belum berpihak padanya.

7. Shinoona Salah al-Habsi (22 tahun) adalah salah satu dari empat atlet Oman yang berkompetisi di Olimpiade London 2012. Oman belum pernah memenangkan medali Olimpiade, dan al-Habsi yang lahir di Muscat bertekad menjadi yang pertama mempersembahkan medali. Namun, kemenangan belum berpihak padanya.[rol]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.