Berita Islami Masa Kini

Glosarium Wisata Halal Pertama di Dunia

0

DUBAI — Wisata halal di dunia saat ini mulai diminati oleh perusahaan-perusahaan perjalanan atau pun makanan. Melihat fenomena ini, seorang konsultan wisata halal telah mengeluarkan glosarium pertama yang menyediakan penjelasan istilah di pasar wisata halal.

“Fenomena perjalanan halal sekarang menjadi fokus utama dari pertumbuhan di seluruh industri,” ujar CEO lembaga pemeringkat perjalanan dan akreditasi halal Crescentrating Fazal Bahardeen, dikutip dari Onislam.net, Jumat (14/8).

Peningkatan jumlah pencarian layanan untuk menarik wisatawan Muslim, ujarnya,menimbulkan kebutuhan memahami istilah yang dipakai untuk menggambarkan kebutuhan pasar. Sehingga, muncullah glosarium pertama di dunia yang berisi penjabaran yang tepat untuk menjelaskan istilah dalam pasar wisata halal.

Glosarium tersebut memasukkan lebih dari 150 istilah dan konsep yang sudah tervalidasi. Istilah baru akan terus diperbarui pada glosarium. Istilah-istilah yang digunakan memberikan gambaran perjalanan halal yang sudah diidentifikasikan dengan konteks gaya hidup dan perjalanan.

Bahardeen mengatakan, memahami istilah-istilah ini sangat penting untuk semua kalangan bisnis. Dengan memahami istilah-istilah tersebut, pembisnis akan bisa mendapatkan keuntungan lebih karena pertumbuhan wisata halal begitu dimintai.

Glosarium tersebut sudah bisa didapatkan dalam bentuk e-book secara gratis. Direncanakan akan dibuat sebuah sumber online dalam waktu dekat untuk lebih mempermudah untuk pengaksesan.

Dengan menggunakan bahasa Inggris dan perencanaan penggunaan bahasa-bahasa lainnya, glosarium ini mengcangkup berbagai kebutuhan dan parktik wisata umat Muslim.

Sebuah studi baru-baru ini dirilis oleh perusahaan berbasis di Singapura spesialis perjalanan halal Crescentrating dan DinarStandard telah diharapkan akan masuknya turis Muslim selama dekade berikutnya. Terlihat dari penelitian yang dilakukan pada 47 negara.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengeluaran wisatawan Muslim tumbuh lebih cepat dari tingkat global. Diperkirakan akan mencapai  192 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2,64 triliun per tahun pada tahun 2020, naik dari 126 miliar dolar AS pada tahun 2011. [rol]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.