Home >> Nasional >> Kesan-kesan Ahmad Heriyawan Terhadap Almarhum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat

Kesan-kesan Ahmad Heriyawan Terhadap Almarhum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat

Sabtu 21 Maret 2015, Ahmad Heriyawan dijadwalkan mengisi Acara live “Pengalaman Mengelola Anggaran” di Radio Smart FM Jakarta, sekitar setengah tujuh pagi rombongan meluncur pergi ke Jakarta, sebelum tak berapa lama kemudian ada telepon dari salah seorang pegawai pemprov yg mengabarkan berita duka meninggalnya Sekda Jawa Barat, pak Ir. Wawan Ridwan MMA.

Saat itu juga pak Gubernur meminta rombongan kembali lagi ke rumah dinas.

Jenazah akan dishalatkan di masjid Al-Muttaqin, Gedung Sate, dan dimakamkan di TPU Cikutra. Setelah bersiap, dari rumah dinas kang Aher beserta istri ke Masjid Al-Muttaqin, menunggu jenazah dikafani, dan dibawa ke masjid. Kemudian mengimami shalat jenazah, dan memberi sambutan.

“Salah seorang putra terbaik Jawa Barat, bapak Wawan Ridwan, akhuna fillah, saudara kita dalam agama Allah, beliau telah wafat, semoga Allah mencurahkan rahmat baginya” buka kang Aher dalam sambutannya.

“Kematian adalah sebuah kepastian, bukan sebuah pilihan, hanya saja kepastian tersebut gaib, tak seorang pun di antara kita yang mengetahuinya, kapan dan di mana. Allah dan Rasul berpesan untuk siap kapan dan di mana saja, urusannya tinggal menunggu giliran.”

“Bagi kita, yang harus dilakukan adalah mengikhlaskan kepergiannya  dan memaafkan kesalahannya”

“Atas nama pemprov, atas nama masyarakat Jawa Barat saya berbelasungkawa.”

“Kita diperintahkan rasul untuk menceritakan kebaikan kebaikan Almarhum di depan khalayak ramai..

“Beliau orang yang baik, hidupnya bersahaja, meski beliau menduduki kepangkatan paling tinggi di seluruh Jawa Barat, tapi kita sepakat dengan kebersahajaannya, low profile.”

Inalillahi wa inalillahi raji’un

“Saya bertemu dirut perhutani, dengan teman-teman menteri kehutanan mereka menyampaikan terima kasih pak gub kader kehutanan menjadi Sekda, sepanjang saya bertemu dengan teman-temannya, baik dari kampus, ketika tugas atau ketika di Ciamis, saya tidak pernah mendengar yang buruk buruk, ini tidak dibuat buat faktanya memang seperti itu.”

“Bahwa semua orang punya kelemahan, iya, semua punya kelemahan. Siapa yang berkata saya tdk punya kelemahan, dia adalah orang yang sombong, dan barang siapa yang mencari teman yang tidak punya kelemahan jadilah orang yang tidak punya teman.”

“Kita sepakat pak sekda ini adalah orang yang baik, nabi bersabda, kalian adalah saksi saksi tuhan di muka bumi, saat manusia menyaksikan manusia itu baik maka di hadapan Tuhan pun baik.”

“Suatu ketika ada jenazah yang lewat, lalu Nabi SAW berkata pada para sahabat, “Bagaimana menurut kalian orang itu?”

“Baik” jawab sahabat. “Wajabat”  kata Nabi. “Wajabat apa wahai Nabi,” tanya sahabat. “Wajabat ahlul jannah” jawab Nabi.

Usai menyalatkan dan memberi sambuan, didampingi bu Netty, kang Aher menghampiri keluarga almarhum, berbincang dengan istri almarhum, sebelum kemudian turut mengantarkan jenazah ke pemakaman. (usb/dakwatuna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...