Home >> Nasional >> KPAI: Jika Benar, Kasus Saipul Jamil Bukti Bahayanya Gay

KPAI: Jika Benar, Kasus Saipul Jamil Bukti Bahayanya Gay

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan, apabila kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Saipul Jamil benar, itu menjadi bukti nyata bahwa aktivitas seks menyimpang adalah ancaman bagi anak-anak Indonesia. Sebab, kasus pencabulan Saipul itu menunjukkan perilaku seks menyimpang seorang homoseksual atau gay.

“Jika dibiarkan berkembang, cenderung memangsa korban dan kelompok yang paling rentan adalah anak-anak,” kata Niam, Kamis (18/2).

Menurut dia, perlu ada langkah-langkah hukum untuk memastikan perlindungan terhadap anak. Korban harus segera dipulihakan dari dampak pelecehan dan pelaku harus dihukum agar ada efek jera. “Pada saat yang sama, diharuskan untuk dilakukan rehabilitasi agar tidak terus memiliki kecenderungan orientasi seks menyimpang,” kata Niam.

KPAI secara khusus akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan kasus tersebut. Penanganan akan merujuk pada Undang-Undang 34/2014 junto Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Niam juga mengatakan, perlu langkah preventif untuk mencegah aktivitas seks menyimpang. Salah satunya dengan mencegah seluruh tayangan yang memvisualisasi lelaki yang bergaya perempuan, meskipun untuk bahan candaan dan lawakan.

Langkah ini agar tayangan media elektronik tidak melahirkan permisivitas terhadap aktivitas sosial yang menyimpang di kalangan anak-anak. “Media elektronik diharapkan tidak menayangkan acara-acara yang mengeksploitasi aktivitas seks menyimpang, sehingga dapat ditiru anak-anak,” kata dia.

Selain itu, perlu dilakukan edukasi kepada anak-anak ihwal seksualitas sesuai dengan norma kesusilaan dan norma agama.

Saipul Jamil dilaporkan ke Polsek Kelapa Gading Jakarta Utara pada Kamis (18/2), pukul 04.00 WIB. Saipul dilaporkan oleh remaja laki-laki berinisial DS (17) yang mengaku mendapatkan tindakan asusila dari Saipul.

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Ari Cahya mengatakan, berdasarkan pengakuan korban, dia mendatangi rumah Saipul yang berada di kawasan Gading Indah Utara VI, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu malam.

Sesampainya di rumah, Saipul meminta anak kelahiran 1998 ini untuk memijat dirinya. DS tidak sendiri di rumah Saipul karena ada asisten Saipul dan seorang pembantu rumah tangga.

Usai memijat, kata Ari, korban istirahat di kamar seorang saksi kasus tersebut. Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB, korban mendapati dirinya dilecehkan oleh Saipul. Saat itu Saipul sempat mengimingi korban dengan uang Rp 50 ribu.

“Korban kaget dan langsung keluar rumah dan melaporkan kejadian tersebut,” kata Ari.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna melakukan visum. “Hasil visum belum keluar, kami tidak bisa berbicara apa hasilnya, koordinasi dengan pihak forensik,” kata Ari.

Satu jam setelah  menerima laporkan DS, anggota Polsek Kelapa Gading menjemput Saipul di rumahnya di Kelapa Gading untuk dimintai keterangan. Polsek Kelapa Gading kemudian menetapkan Saipul sebagai tersangka. Meski begitu, pria yang akrab dipanggil bang Ipul belum ditahan.

“Belum, belum ditahan,” kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly Tifaona.

Menurut Daniel, alasan polisi belum menahan Saipul karena masih melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP). Jika BAP sudah selesai, polisi akan segera menggelar perkara. “Setelah habis BAP kita lakukan gelar perkara, lalu kita tentukan apakah ditahan atau tidak,” kata Daniel.

Menurut Daniel, tim penyidik memiliki waktu 1×24 jam untuk merampungkan BAP. Artinya, penyidik masih memiliki waktu hingga Jumat (19/2) pukul 05.00 WIB. Terhitung saat Saipul dijemput pada pukul 05.00 WIB, Kamis. “Sebelum jam 05.00 akan ada keputusannya,” kata Daniel.

Daniel mengatakan, Saipul sendiri telah mengakui perbuatannya. “Iya, iya, dia mengaku (Saipul Jamil) mengaku,” kata Daniel.

Daniel menambahkan, tersangka dijerat Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dengan begitu, Saipul terancam penjara paling lama 15 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...