Home >> Nasional >> Masjid Agung Karanganyar Menuju Masjid Ala Nabawi

Masjid Agung Karanganyar Menuju Masjid Ala Nabawi

Pihak Masjid Agung Karanganyar dan DMI Masjid Agung Karanganyar, Ustadz Abdul Muidz dan jajaran takmir sudah 2 tahun ini mempunyai agenda rutin kajian ahad pagi untuk umum. Berkerjasama dengan RSHI (Rumah Sehat Hidayatul Insan) dan Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima, jamaah yang hadir tiap minggunya selalu memenuhi masjid. Karena itulah hubungan dengan rumah tahfizh di Karanganyar semakin baik.

Beberapa gagasan pun mulai muncul dari pihak ketakmiran Masjid Agung Karanganyar untuk memakmurkan masjid dengan Syiar Al Qur’an. Hal itu disambut baik oleh pihak Isy Karima. Berawal dari keinginan Bapak Bupati mendirikan masjid ala Masjid Nabawi, yang  dimulai dari sholat trawihnya. Karena itulah muncul ide untuk menyelenggarakan sholat tarawih 1 Juz.

Sebagai wujud usaha merelisasikan masjid ala nabawi dan membangun kesiapan jamaah yang kebanyakan adalah masyarakat umum, Ustadz Syihabuddin Abdul Muiz Al Hafizh,  dalam majelis Kajian Ahad Pagi menyampaikan berulang kali ajakan melakukan sholat tarawih 1 juz 1 malam sebelum Ramadhan.

Mudir Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima, Karangpandan, itu menyampaikan bahwa tujuannya adalah membangun perubahan dalam masyarakat agar menjadi lebih tertata lagi dengan nafas Islam. Ajakan itu mendapat dukungan oleh jamaah dan jajaran pengurus Masjid Agung Karanganyar.

Sholat isya dan tarawih tadabbur 1 juz tiap malam pun digelar, jumlah jamaah dari masyarakat umum pun mengalami peningkatan  dari tahun sebelumnya. Agenda menjadi satu dengan Sholat isya dilanjutkan dengan ceramah singkat kandungan tiap juz yang akan dibaca malam itu. Imam-imam yang bertugad sendiri pun adalah imam-imam pilihan dari ustadz yang bagus bacaanya.

Masjid Agung Karanganyar benar-benar menjadi spesial pada Ramadhan kali ini, dikala masjid lain kekurangan imam, di sini imam-imam diberikan perhatian khusus dari Ma’had Isy Karima, ma’had pencetak penghafal Qur’an. Pun Ramadhan ini, pihak ma’had berkerja sama dengan Sahabat Al-Aqsha mendatangkan Imam dari Palestina, Syaikh Muhammad Abu Anzah, seorang Inspektur Kepolisian Resort Rafah. Syaikh beberapa kali mendapatkan jadwal untuk menjadi imam di Masjid Agung Karanganyar. Tidak hanya Syaikh Anzah, namun juga Syaikh Romadhon dan Syaikh Abdul Kareem yang sedang berada di ma’had Isy Karima juga diberi jadwal imam membersamai masyarakat Karanganyar.

Hari ke-3 bertepatan dengan mulainya Tarling (Tarawih Keliling) dari jajaran pemerintahan, Bupati Karanganyar dan jajaranya malam itu pun menikmati tarawih 1 juz di Masjid Agung Karanganyar. Dalam ceramah singkatnya, bupati mempersilahkan membuat program-program syiar Islam sebanyak-banyaknya untuk memeriahkan Ramadhan dan menghidupkan malam-malamnya. Jajaran pemerintahan mendukung program selama masyarakat  tidak merasa keberatan.

Para takmir juga dipesankan supaya  mengawasi jamaahnya sekiranya merasa keberatan, maka perlu dipertimbagkan lagi sholat 1 juz-nya. Selain itu perlu adanya publikasi mengenai program tarawihtadabur 1 juz ini ke masyarakat luas agar jamaah bertambah.

Ketua Takmir Masjid Agung Karanganyar, Ustadz Abdul Muid menyampaikan laporan kegiatan yang dilakukan di Masjid Agung Ini saat pembukaan program i’tkaf malam 21 Ramadhan di hadapan Bupati dan Jajaranya.

Menurutnya,  kegiatan tarawih 1 juz ini tidak seperti yang dibayangkan. Dia bercerita mendapat telepon dari kabupaten-kabupaten lain, menanyakan kenapa berani-beraninya masjid Agung Karanganyar mengadakan sholat 1 Juz tiap malam. Shaf yang dikira akan mengalami kemajuan (semakin sedikit jamaahnya) malah semakin mengalami kemunduran (jamaah bertambah).

Tidak seperti beberapa masjid lain yang mengadakan program sholat 1 juz yang ditujukan oleh kalangan tertentu dengan waktu eklusif, jam malam setelah sholat tarawih biasa. Masjid Agung Karanganyar yang berstatus masjid pemerintahan ini, menggelar untuk kalangan umum seusai sholat isya. Hal ini membuat TA TV Solo meliput agenda baru dari Masjid Agung Karanganyar ini.

Alhamdulillah, jamaah masyarakat umum dari yang tua sampai anak-anak muda semakin hari semakin terbiasa, khuysu’ menikmati ibadah. Bahkan mulai merasa jika sholatnya sebentar dirasa ada yang kurang. Banyak kalangan awam yang awalnya merasa berat dikala mendengar kata sholat 1 juz, ketika ia mencoba untuk datang ternyata tidak seberat yang dibayangkan dan esoknya ia datang kembali. Puncaknya adalah Grebeg Lailatul Qadar dan Khataman Sholat Tarawih pada malam 27, dan peserta malam itu memenuhi Masjid.

Sholat tarawih tadabur 1 juz 1 malam ini baru pertama kalinya diadakan berjalan dengan lancar. Hal tersebut bisa dilihat dari antusias jamaah yang ikut berpartisipasi dalam program ini. Sert dukungan-dukungan dari luar serta takmir yang senang akan program ini karena masjid semakin ramai. Masjid makmur, jajaran takmir pun bersyukur.

Pun segenap panitia mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh tokoh dan masyarakat atas terselengaranya sholat tadabbur 1 juz 1 malam.  Kegiatan ini semoga bisa dilakukan rutin setiap tahun dengan jamaah yang semakin meningkat dan program seperti ini bisa di ikuti oleh Masjid Kabupaten-kabupaten atau kota-kota lain di Seluruh Indonesia. [md]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...