Home >> Nasional >> Membangun Kemandirian Ekonomi Umat Dengan Jalan Crowdfunding

Membangun Kemandirian Ekonomi Umat Dengan Jalan Crowdfunding

TANGERANG – Sinergitas antar umat islam adalah kunci kebangkitan umat Islam. Tanpa sinergi dan berjamaah maka umat islam akan selalu menjadi objek dan terus terpuruk. Sudah lama umat ditinggalkan dalam pembangunan ekonomi, maka harus ada langkah maju secara kolektif dari umat Islam untuk mengatasi hal ini.

Kesimpulan inilah yang mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema  “Crowd Funding : Sinergi Untuk Kemandirian Ekonomi Umat” yang digagas oleh Badan Zakat Indonesia (Baznas) Indonesia dan Daarul Qur’an yang berlangsung di Hotel Siti, Tangerang, 20 – 21 Juni 2015.

Hadir dalam FGD ini ketua Baznas Prof KH Didin Hafidudhin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua MUI KH Maruf Amin, Ustadz Yusuf Mansur, Praktisi Ekonomo Islam Syafi’i Antonio, Juru Bicara Hizbut Tahrir Ismail Yusanto, Cendekiawan Islam Adian Husaini, Pakar Ekonomi Syariah Dr Aries Mufti, Mantan Meneg BUMN Sugiharto Serta sejumlah perwakilan dari lembaga Ziswaf

DR KH Didin Hafidudin dalam sambutannya mengatakan, silaturahim ini bertujuan untuk membangun sinergi hati, sinergi pikiran yang berujung pada sinergi program.

“Tanpa adanya sinergi susah kita berdiri tegak. Karena sinergi atau berjamaah adalah modal umat islam” ujarnya.

Crowdfunding sendiri bukan sesuatu yang baru di Indonesia. Kita mengenalnya dengan sistem patungan. Secara sederhana crowdfunding dapat diartikan sebagai patungan. Crowd diterjemahkan sebagai ‘ramai’, sedangkan funding mempunyai arti ‘pembiayaan.

Ini memang bukan istilah baru bagi umat Islam di Indonesia. Seperti dikatakan oleh ustadz Yusuf Mansur patungan atau urunan sudah banyak dilakukan dalam berbagai hal. Seperti misalnya membangun masjid atau majelis taklim juga saat ada keluarga atau kerabat yang meninggal dunia.

Sebagai sebuah terobosan Crowfunding dirasa efektif untuk membuat gerakan-gerakan yang berujung pada terangkatnya ekonomi umat. Hotel Siti, yang menjadi tempat berlangsung FGD sendiri merupakan produk dari patungan umat islam. Hotel yang pembangunannya dipelopori oleh ustadz Yusuf Mansur itu kini sudah bisa dinikmati.

“Ini adalah gerakan, sebuah penyadaran bagi kita kalau kita berkumpul kita bisa berbuat banyak,” ujar Ustadz Yusuf Mansur dalam satu kesempatan.

Hal Senada diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Pria yang biasa dipanggil Aher ini mengatakan Islam tidak alergi dengan kekayaan. Menurutnya Islam itu seimbang antara kaya jiwa dan kaya harta. Bedanya jika Islam meminta umatnya untuk mendistribusikan kekayan tersebut agar bermanfaat bagi orang banyak.

Sedangkan pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio mengatakan tantangan saat ini adalah bagaimana kita bisa mendeliver dari sisi kualitas produk yang baik, selain menciptakan sistem yang baik pula.

“Dua hal ini menjadi penting jika umat Islam ingin menjadi pemain utama dalam ekonomi dunia” ujarnya.

Pertemuan yang sebelumnya dilakukan shalat Isya dan Taraweh berjamaah ini menguapkan semangat baru akan gerakan dalam hal ekonomi keumatan.

“Saya merasakan aura positif dalam pertemuan kali ini. Terlebih ini dilakukan di bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah dan pertolongan Allah” ujar KH Makruf Amin. (Ahmad Syakib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...