Berita Islami Masa Kini

MUI: Lembaga Konseling Jangan Normalkan Perilaku LGBT

0

JAKARTA — Kelompok konseling komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) harus mendapatkan apresiasi karena sudah memberikan empati dan antidiskriminasi bagi mereka yang mengalami penyimpangan orientasi seksual.

Menurut Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis konseling LGBT harus bisa meluruskan dan mengarahkan kembali orientasi seksual yang benar bagi pelaku LGBT. Namun menjadi permasalahan bila kelompok konseling LGBT tersebut justru membiarkan perilaku menyimpang tersebut, apalagi mengganggap normal orientasi seksual seperti itu.

“Bahayanya kalau kelompok konseling ini mengganggap penyimpangan seksual itu adalah sesuatu yang normal,” ujarnya kepada Rol.

Dia menjelaskan, faktanya tidak bisa dibantah fenomena LGBT berkembang di generasi muda. Gerakan yang mendukung juga mulai bermunculan. Karena itu pihak-pihak yang ingin memberikan konseling pelaku LGBT, khususnya anti diskriminasi dan penyembuhan  orientasi seksual haruslah mendapatkan perhatian dan dukungan.

Konseling LGBT ini berperan besar, namun ia menganggap itu tidak cukup. Pelaku LGBT, kata dia, memang harus diberikan penyadaran bahwa orientasi seks pada sesama jenis adalah ketidaknormalan.

Konseling LGBT juga harus perbanyak minta bimbingan pada tokoh agama dan konsultasi medis. Sebaliknya, ia mengingatkan bila konseling LGBT hadir namun dengan tujuan ingin memberikan kesan normal perilaku menyimpang ini, maka ini akan menjadi masalah di masyarakat.

Beberapa hari terakhir nama SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies Universitas Indonesia) menjadi perbincangan publik di media sosial. SGRC UI mengklaim sebagai organisasi yang memberikan konseling dan edukasi bagi pelaku LGBT. SGRC UI juga membantah sebagai organisasi yang melindungi dan menyebarkan perilaku orientasi seksual menyimpang. [rol]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.