Home >> News >> Pekerjaan-Pekerjaan yang Hilang dari Buku Sejarah

Pekerjaan-Pekerjaan yang Hilang dari Buku Sejarah

LONDON — Selama berabad-abad, belut adalah makanan lezat yang banyak digemari penduduk East Eand, London. Banyak orang terjun menjadi nelayan penangkap belut.

Tapi, waktu terus berganti. Pria penangkap belut terakhir, Peter Carter dari Outwell, Norfolk, telah berhenti dari profesi itu pekan ini. Ia mengakhiri pekerjaan yang telah turun temurun selama 500 tahun.

Itu hanya salah satu dari banyak pekerjaan yang sekarang dianggap tidak penting. Dilansir dari Mirror, Kamis (21/1), berikut ini sejumlah pekerjaan lain yang hilang tergilas zaman.

Penyala Lampu

Pada tahun 1807, lampu gas memainkan peran penting dalam menjaga keamanan di Inggris. Hampir setiap kota memiliki penyala lampu yang akan berpatroli setiap senja untuk menyalakan lampu. Pada keesokan harinya, ia kembali turun ke jalan untuk mematikan lampu. Namun, kini sebagian besar lampu telah dilengkapi dengan perangkat pencahayaan otomatis.

Resureksionis

Mereka adalah orang-orang yang dibayar untuk menggali mayat guna eksperimen ilmiah. Pembedahan terhadap mayat manusia telah berlangsung sejak awal abad ke-3 SM. Seiring perkembangan ilmu kedokteran pada 1700-an dan 1800-an di Eropa, permintaan untuk tubuh terus melonjak. Kisah dua penggali mayat yang meninggal akibat terkena penyakit setelah menggali mayat busuk membuat pekerjaan ini dilarang secara permanen.

Penyapu Jalan

Pada zaman dulu, para aristokrat London tidak ingin mendapati stoking dan rok mereka terkena lumpur atau kotoran kuda. Mereka kemudian membayar murah pada petani atau orang-orang miskin yang mau membersihkan jalan sebelum mereka lewat. Tetapi, pada abad ke-20, sistem drainase dan kebersihan jalan membuat pekerjaan ini tidak lagi dibutuhkan.

Pengetuk Pintu

Sampai tahun 1920-an, banyak orang masih dibayar untuk membangunkan dengan cara mengetuk jendela atau pintu pada waktu-waktu tertentu. Anak laki-laki, perempuan, atau bahkan polisi menggunakan pentungan atau tongkat panjang untuk membangunkan. Mereka tidak akan meninggalkan ambang pintu hingga tuan rumah sukses dibangunkan.

Kolektor Lintah

Para kolektor lintah akan menggulung celana dan menggunakan kaki telanjang mereka sebagai umpan untuk hewan pengisap darah ini. Kemudian, mereka akan menangkap dan menjual lintah-lintah itu kepada dokter. Pekerjaan ini sempat berkembang pada abad ke-18 dan 19. Secara historis, lintah memang telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Malangnya, kolektor lintah sering jatuh sakit akibat kehabisan darah atau infeksi dari lintah. Nasib pekerjaan ini juga pupus lantaran satu-satunya jenis lintah pengisap darah di Inggris, Medicinalis Hirudo, telah merosot populasinya.

Penangkap Tikus

Profesi penangkap tikus adalah pekerjaan umum selama berabad-abad. Seorang pria London, Jack Black, bahkan memperoleh ketenaran pada pertengahan abad ke-19 setelah mengaku-aku sebagai penangkap tikus pribadi Ratu Victoria. Mereka menangkap supaya jumlah hewan ini di rumah-rumah tuan mereka berkurang. Meski, ada juga tikus yang dijual kepada wanita kaya yang berpikir memelihara tikus di kandang berlapis emas itu modis.[rol]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...