Home >> Internasional >> Pendakwah Minta Tarif, Bolehkah ?

Pendakwah Minta Tarif, Bolehkah ?

Assalamu’alaikum,..

Dakwah meminta tarif, apakah boleh?

wasalam

Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhAlhamdulillah

Dakwah adalah tugas yang mulia, kewajiban setiap kaum Muslimin. Dengan dakwah, Islam tersebar luas hingga sampai pada kita juga ke seluruh dunia. Namun, kita mungkin pernah menyaksikan ketika seorang juru dakwah memasang tarif untuk dakwahnya. Bagaimana dengan hal ini, apakah boleh?

Terkait hal ini Ustadz Arifin Ilham, juru dakwah sekaligus pendiri majelis taklim Adz-Dzikra dalam akun facebook pribadinya menjawab. Berikut jawabannya :

SubhanAllah dalam surah Yasin ayat 21, “Ikutilah mereka yang berdakwah yang tidak minta ganjaran (tarif) kepadaMu, mereka lah juru dakwah yang diberi hidayah Allah”. Kalau minta tarif maka sudah hilang ruh dakwah dan kemuliaan dirinya, tidak ada wibawa, dakwahnya pun menjadi tumpul, hampa, dan tidak menyentuh hati lagi.

Hanya main-main kata walau bagus retorikanya. Peringatan Rasulullah, “Barangsiapa menuntut ilmu, yang seharusnya ia tuntut semata-mata mencari wajah Allah Azza wa Jalla, namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma wanginya surga pada hari kiamat” (HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah).

Kalaupun diberikan sesuatu yang tidak mereka minta, maka boleh ia menerimanya apalagi kemudian dimanfaatkan untuk harakah dakwahnya seperti pesantren, masjid, anak anak yatim yang diasuhnya. Sungguh sebenarnya juru dakwah itu lebih berhak untuk diberi upah hanya TIDAK PANTAS MINTA TARIF.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya perkara yang paling berhak kalian ambil upahnya adalah kitabullah” (HR Ibnu Majah).

Sejatinya juru dakwah mulia itu istiqomah, tsiqqoh dengan dakwahnya karena ia punya kedudukan sangat mulia di sisi Allah sebagai “waratsatul anbiyaai” PEWARIS PARA NABI, jangan digadaikan apalagi dijual kedudukan mulia itu dengan harga murah dunia.

Contohlah seperti Rasulullah dan para sahabat yg menyertai beliau, BERDA’ WAH DAN BERDAGANG. Mulia di hadapan Allah, dan mulia juga di hadapan manusia. Sungguh dakwah itu bukan profesi tetapi amal mulia setiap pribadi mukmin.

Allahumma ya Allah berkahilah dakwah kami dengan sifat ikhlas di hati kami, pikiran kami, ucapan kami, aktivitas kami dan dakwah kami. Amiin.

[mz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jawaban Ikonik Ali Saat Ditanya Ingin Diingat Seperti Apa

ARIZONA — Legenda tinju Muhammad Ali meninggal dunia dalam usia 74 tahun. ...