Berita Islami Masa Kini

Penulis Itu Pengangguran?

0

Oleh : Arif Siddiq Razaan

Di sebuah grup kepenulisan sempat terbaca judul yang berkesan, “Penulis Itu Pengangguran.”

Bagiku, doktrin itu mungkin bermula dari tanya, “Seharian orang ini online terus, up date status, apa tidak punya kerja yang mesti diurus?” Sejujurnya, pertanyaan ini patut diperbincangkan.

Oke! Jawaban atas pertanyaan tadi ‘kebanyakan bisa jadi demikian (tidak punya kerjaan), tetapi justru bisa jadi yang selalu online itu sudah berkecukupan atau memiliki cukup waktu untuk memanfaatkan peluang lewat tulisan.’

Seorang teman di Surabaya yang juga blogger dengan menggunakan fasilitas Google Advanse bisa menghasilkan uang lewat blognya minimum tiga juta sebulan.

Ada juga yang diminta jadi redaktur sastra di media dengan kisaran ratusan ribu hingga jutaan.

Beberapa penulis memilih kirim tulisan ke surat kabar, memburu sayembara menulis atau membuat lomba menulis dan membukukan karya peserta lalu diperjual belikan.

Mereka inilah yang pintar membuka peluang, bahwa tulisan bisa dijadikan sarana menambah penghasilan.

Dari itu, gunakan situs jejaring sosial untuk menarik pembaca tetap atas karyamu, bisa jadi lewat cara ini namamu direkomendasikan untuk menjadi penulis yang mendapatkan bayaran.

Kalau hanya up date status keluh kesah tidak jelas, itu hanya menjadikan jejaring sosial tempat membuang tabiat kejengkelan hingga kegembiraan.

Padahal sebaik-baik tempat mengadu ialah Tuhan, kalau mengalami kesulitan hidup atau berbahagia dalam kehidupan, luapkan lewat doa yang akan membuatmu memiliki kebijaksanaan.

Buktikan bahwa up date statusmu berkualitas dan layak dikunjungi pembaca, lalu dewasakan tulisanmu dari hari ke hari hingga layak diterbitkan. Dengan begitu kecerdasaanmu membaca peluang dari menulis melebihi penulis status kebanyakan.

Pembaca itu kita yang menciptakan dan mendatangkan, mereka akan kembali melihat beranda kita karena merasa yakin tulisan kita layak untuk dijadikan sarana pembelajaran.

Dari itu mari kita hindari asumsi ‘penulis itu pengangguran,’ sebab lewat kata kita bisa berkarya, lewat karya kita bisa berjaya. Jadi silakan buktikan lewat tindakan bahwa kita mau dan mampu memuliakan dan dimuliakan oleh tulisan. []

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.