Home >> Muslimah >> Perempuan Tidak Perlu Iri dengan Amal Ibadah Laki-laki

Perempuan Tidak Perlu Iri dengan Amal Ibadah Laki-laki

Kita tahu bahwa perempuan dan laki-laki memang memiliki porsi yang berbeda dalam beribadah. Perempuan memiliki hari ‘libur’ dalam menjalankan ibadah wajib. Setidaknya seminggu dalam sebulan, ibadah-ibadah wajib itu berubah hukumnya menjadi haram yaitu ketika datang saatnya haid atau nifas.

Dalam momentum bulan Ramadhan ini, seringkali kita sebagai perempuan merasa iri dengan laki-laki yang bisa menjalankan puasa sebulan penuh. Namun sebetulnya, peluang pahala bagi perempuan sangatlah melimpah. Terdapat beberapa amalan yang lebih cenderung dilakukan oleh perempuan dibandingkan oleh laki-laki. Apa saja kebaikan Ramadhan yang dapat diraih oleh perempuan?Berikut di antaranya:

1. Menyiapkan Hidangan Berbuka

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, baginya pahala seumpama pahala bagi orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya (orang yang berpuasa itu).” (HR Al-Baihaqi & Ibn Khuzaimah)

Maka bayangkan berapa banyak jumlah anggota keluarga di rumah, maka kita bisa dapatkan pahala sebanyak itu. Meskipun ada saatnya kita berhalangan untuk menunaikan ibadah puasa, namun Allah subhanahu wa ta’ala dengan kasih sayang-Nya menyediakan ladang pahala-Nya yang berlimpah bagi kita jika turut menyediakan hidangan berbuka puasa.

Ingin tambahan pahala lagi? Jangan hanya menyediakan makanan bagi anggota keluarga di rumah saja, kita juga bisa mendulang pahala dari berinfaq pada orang lain misalnya dengan menyediakan makanan semisal ta’jil untuk musafir di perjalanan atau untuk orang-orang yang berbuka di mesjid.

2. Mengajak dan Menyediakan Sahur

Sebagai anggota keluarga perempuan, baik itu ibu maupun kakak, kita memiliki peran penting untuk membangunkan anggota keluarga lainnya untuk sahur. Rasulullah menganjurkan orang-orang yang berpuasa untuk sahur, sebagaimana sabdanya,

“Barsahurlah kamu semua, sesungguhnya dalam sahur itu ada barakah.” (HR Al-Bukhari & Muslim)

Dengan mengajak orang lain untuk sahur, kita dapat memperoleh pahala daritawashobil haq atau menyeru pada kebenaran. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ketika kita menyeru pada kebaikan, maka kita akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukan kebaikan tersebut.

3. Menyiapkan Kebutuhan Beri’tikaf Suami di Mesjid pada 10 Malam Terakhir Ramadan.

Saat suami atau anggota keluarga laki-laki di rumah melaksanakan i’tikaf di mesjid pada 10 hari terakhir Ramadhan, biasanya anggota keluarga perempuan tetap di rumah untuk menyediakan keperluan anggota keluarga lainnya, termasuk keperluan sahur dan berbuka. Meskipun tidak ikut beri’tikaf, namun peluang pahala yang dimiliki perempuan pun sangat besar. Karena dengan membantu suami menyiapkan keperluannya untuk i’tikaf dan selalu siap sedia menjaga keluarga di rumah, kaum perempuan memperoleh pahala yang besar atas kesiagaannya. Sebagaimana sabda Nabi Saw,

“Siapa yang mempersiapkan seorang pejuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan siapa yang menjaga dengan baik ahli keluarga seseorang yang pergi berjuang, maka sesungguhnya dia juga telah berjuang” (HR Bukhari dan Muslim)

Jadi, tidak perlu bersedih hati atau iri dengan banyaknya peluang untuk laki-laki beribadah. Allah yang Maha Baik telah juga menyiapkan ladang pahala lain untuk perempuan. Maka, garaplah ladang-ladang pahala itu dengan amalan-amalan terbaik yang kita mampu.[fauziya/muslimahzone]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dua Prinsip Mampu Menikah

Ustaz Amir Faishol Fath menambahkan, seseorang dianggap telah mampu menikah apabila memenuhi ...