Home >> Internasional >> Qariah Asal Indonesia Terbaik Pertama di Musabaqah Tingkat Internasional

Qariah Asal Indonesia Terbaik Pertama di Musabaqah Tingkat Internasional

Satu lagi keberhasilan ditorehkan oleh anak bangsa di ajang Internasional. Ajang ini memang jarang diliput oleh media massa, baik elektronik, cetak, atau pun online. Bangsa Indonesia patut berbangga dengan para atlet yang telah menyumbangkan banyak medali di beragai eventinternasional. Tapi, seharusnya tidak lupa bahwa event internasional itu tidak sema-mata di bidang olah raga, tapi juga di bidang tilawah (bacaan Al-Qur`an).

Adalah Asrina binti Asril Buyung, seorang qariah Indonesia yang menempati posisi terbaik pertama di Musabaqah Tilawah dan Hifzhil Quran (Perlombaan Membaca dan Menghafal Al-Qur`an) Internasional ke-57 di Kuala Lumpur Malaysia, yang dilaksanakan pada 9-14 Juni 2015 lalu.

Asrina yang berasal dari Bukittinggi Sumatera Barat itu mendapatkan hadiah dari Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia (YaPEIM) berupa 7 keping emas senilai RM70,000, trofi dan uang tunai RM40,000. Ia berhasil mengumpulkan nilai 91,6 persen dan mengalahkan kompetitornya dari berbagai negara.

“Sungguh prestasi yang tidak diduga-duga,” kata Asrina saat dihubungi Fimadani.

Penutupan musabaqah ini dilaksanakan di Dewan Merdeka, Putra World Trade Centre (PWTC) Kual Lumpur, dan dihadiri oleh Sultan Kelantan, Sultan Muhammad V; Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak; dan menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom.

Menurut Ketua Dewan Juri, Datuk Othman Mustapha, lomba tilawah dan hafalan Al-Quran ini diikuti oleh 82 peserta dari 47 negara. 38 orang di antaranya mengikuti lomba tilawah Al-Qur`an dan 32 lainnya ikut serta dalam lomba hafalan Al-Qur`an. Sementara itu, 12 orang dinyatakan tidak lolos dalam seleksi.

“Secara keseluruhan, peserta tilawah telah menampilkan bacaan Al-Quran yang amat baik dan mengagumkan, sehingga nilai yang dicapai para pemenang hanya beda tipis,” tuturnya.

“Untuk kategori hafalan, para peserta telah menjawab pertanyaan dengan baik. Bahkan, ada peserta yang hafalannya membuat takjub [para hadirin] dan membuat para juri meneteskan air mata,” kata Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam itu.

Dalam musabaqah ini, selain Asrina yang menempati posisi terbaik qariah, ada Mohsen Hassani Kargar dari Iran yang diterpilih sebagai qari terbaik Internasional dengan nilai 91,8 persen. Adapun untuk kategori hafalan Al-Quran, peserta dari Malaysia, Farihah Zulkifli terpilih sebagai hafizhah terbaik pertama dengan nilai 89,5 persen. Sementara itu, peserta dari Qatar bernama Abdul Aziz Abdullah Ali Al-Hamri dinobatkan sebagai hafizh terbaik pertama dengan nilai 97,63 persen. [fimadani]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...