Berita Islami Masa Kini

Rasulullah Sosok yang Penuh Cinta pada Anak-Anak

0

Ada banyak kisah yang menunjukka betapa Rasulullah adalah sosok ayah yang sangat cinta pada anak-anak. Bukan hanya kepada anak-anak dan cucunya, namun juga kepada anak-anak yang sering ditemuinya di jalan.

Seperti diriwayatkan Tirmidzi, Abu Dawud dan Nasa’i, dikisahkan pernah Rasul menghentikan khutbahnya demi cucu tercinta. Menurut cerita yang dituturkan Buraidah, suatu ketika Rasul sedang memberi khutbah di tengah orang banyak, cucu Rasul, yakni Hasan dan Husain datang dengan mengenakan baju berwarna merah. Mereka terjatuh saat berjalan.

Rasulullah kemudian turun dari mimbar, mengangkat mereka dan mendudukannya mereka di depannya. Rasul kemudian berkata: “Allah telah mengungkapkan kebenaran dengan berfirman, hartamu dan anak-anakmu hanya menjadi cobaan bagimu. Aku melihat anak ini terjatuh saat berjalan dan aku tidak dapat menghindari dari menghentikan sejenak khutbahku dan mengangkat mereka.”

Lalu, Rasul pun memperlakukan anak-anak orang lain penuh kasih sayang. Bila kebetulan beliau berpapasan dengan sejumlah anak di jalan, beliau akan membelai mereka dengan penuh cinta. Kadang-kadang beliau pun turut bermain bersama mereka.

Bila kembali dari sebuah perjalanan atau jihad, beliau biasa membonceng dua atau lebih anak-anak untuk bersama-sama mengendarai untanya.

Beliau biasa menyapa anak-anak saat bertemu mereka dan tidak pernah lupa bertukar sapa dengan kata-kata santun dan penuh kasih. Rasul pun biasa memberikan makanan kepada anak-anak bila ada yang mengirimkan ke rumahnya. Hal lain yang tak patut menjadi panutan, Rasul sering memperpendek bacaan shalat berjamaah bila ada anak makmumnya yang menangis.

Kemudian, sudah menjadi kebiasaan Rasul bila mendapat hadiah bunga ataupun buah, beliau akan memberikannya terlebih dahulu kepada anak yang termuda.

Rasul memiliki cucu kesayangan di antara sekian banyak cucu-cucunya. Menurut riwayat, dari semua cucu-cucu Nabi, yang paling menjadi kesayangannya adalah Umamah, anak dari Zainab.

Dalam sebuah sebuah riwayat terkenal diceritakan bahwa Rasul sedang shalat dan menggendong Umamah di bahunya. Saat ruku’ beliau menurunkan Umamah. Saat bangun dari sujudnya, beliau kembali menggendong Umamah di bahunya.

Kemudian, pernah seorang mengirimkan beberapa hadiah untuk Rasul, yang salah satunya adalah kalung emas. Saat itu Umamah sedang bermain di sudut ruangan.

Beliau pun berkata akan memberikan hadiah itu kepada anggota keluarga yang paling dicintainya.

Para istri Rasul pun berpikir bahwa hadiah kalung emas itu akan diberikan kepada Aisyah. Namun ternyata beliau memanggil Umamah dan mengenakan kalung tersebut di lehernya. [rol]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.