Berita Islami Masa Kini

Steve Goh: Masyarakat Indonesia Sadar akan Pentingnya Backup Data, namun Masih Enggan Melakukannya

0

Akhir 2015 lalu, Acronis, layanan penyedia perlindungan data menunjuk Steve Goh sebagai Vice President/ GM of Sales for Asia-Pacific & Emerging Markets. Belum lama ini, Tech in Asia berkesempatan duduk dan berbincang dengan Steve, saat pria kelahiran 19 Agustus 1968 ini sedang mengunjungi Indonesia untuk bertemu dengan partner-partnernya di Tanah Air.

“Kami sudah ada di Indonesia sejak empat atau lima tahun lalu. Ketika saya bergabung dengan Acronis, dan melihat situasi di Indonesia, saya merasa perlu datang ke sini. Ada banyak peluang yang bisa digarap di sini,” ujar Steve.

Steve mengatakan, Acronis punya produk terbaik di bidangnya, yaitu perangkat lunak untukbackup dan recovery data berbasis cloud atau on-premise. Namun, ia merasa perlu menunjukkan komitmen dan investasinya di Indonesia, agar para partner merasa yakin dan percaya diri ketika menjual produk Acronis ke konsumen.

Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin menjelaskan sedikit mengenai perbedaan antara perangkat lunak on-premise dengan cloud. Mengutip dari blog CloudKilat, on-premise dapat diibaratkan sebagai kendaraan (mobil atau motor) yang kita miliki dan bisa digunakan kapan saja. Konsekuensinya, kita perlu investasi lebih awal untuk membeli mobil tersebut. Dalam konteks server untuk backup, on-premise mengacu pada server yang kita punya dan biasanya lokasinya ada di kantor atau rumah kita.

Berbeda halnya dengan cloud, yang bisa dianalogikan seperti ketika kita menyewa mobil. Kita bisa mendapatkan manfaat yang sama seperti memiliki mobil sendiri, namun biaya yang dibutuhkan di awal kecil, karena hanya menyewa. Akan tetapi kita tetap perlu mengeluarkan biaya untuk bensin, tol, dan sebagainya. Dalam urusan server cloud, kita seolah-olah punyaserver sendiri. Namun yang membedakan adalah fisiknya tidak ada.

Nah, Acronis merupakan produsen perangkat lunak backup dan recovery data untuk dua kebutuhan tersebut—on-premise maupun cloud.

Steve Goh

Steve Goh

Kembali ke obrolan dengan Steve, ia mengungkapkan komitmen seperti apa yang dilakukan perusahaannya untuk pasar Indonesia. Untuk pasar luar negeri, konsumen bisa berlangganan layanan cloudAcronis menggunakan data center atau pusat data yang berada di beberapa negara, seperti Singapura, Jepang, Australia, dan Hong Kong.

Di Indonesia, Acronis melakukan pendekatan yang berbeda. Menurut Steve, pihaknya tidak akan membangun pusat data di sini. Ia mempersilakan partner-partner Acronis, yaitu para distributor atau service provider yang menjual layanan cloud ke pengguna akhir (perusahaan, UKM, dan sebagainya) untuk membuat pusat data di Indonesia.

“Bagi kami, partnership dengan pemain lokal sangat penting. Kami tidak akan menjadi pesaing partner kami di Indonesia dengan membangun pusat data di sini. Kami menyediakansoftware, maka kami akan pastikan para partner bisa melakukan backup dengan efisien menggunakan software kami,” jelas Steve.

Strategi semacam ini juga berarti para partner Acronis bisa “jualan” kepada penyedia layanan perbankan, mengingat OJK mewajibkan bank untuk menempatkan pusat datanya di dalam negeri, terutama yang berkaitan dengan informasi nasabah individual Indonesia.[tia]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.