Berita Islami Masa Kini

Terkait Insiden Tolikara

0

Jakarta – Insiden Tolikara, Papua, seperti dikirim Allah untuk menguji iman dan kebesaran hati Umat Islam di Indonesia pada Hari Raya Idul Fitri. Presiden salah satu partai islam Anis Matta mendukung pendekatan hukum dibarengi usaha merangkul semua anak bangsa Indonesia dalam penyelesaian insiden tersebut.

“Saya sedih dan prihatin (atas insiden Tolikara), tetapi saya tidak akan mengomentari insiden ini dulu, mari kumpulkan informasi sampai semua jernih. Saya berdoa agar insiden ini dapat segera diselesaikan,” tulis Anis Matta melalui akun twitternya @anismatta.

Anis mengajak masyarakat Indonesia untuk memaknai dan mengambil hikmah Idul Fitri lebih dalam. Ia mengatakan makna Lebaran sebagai Hari Kemenangan bukanlah kemenangan manusia secara mutlak, melainkan semua karena izin Allah SWT.

“Hari Lebaran sering dimaknai sebagai Hari Kemenangan, tapi pada hari kemenangan itu kita kumandangkan takbir. Artinya ada yang lebih agung dan berkuasa dari usaha manusia, yaitu Allah Yang Maha Besar,” katanya.

Menurut Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2013 itu, setelah berjuang dengan ibadah soliter (seperti puasa, tarawih, I’tikaf) kaum muslimin dan muslimat merayakannya dalam semangat kolektif, yaitu sholat di lapangan dan saling bermaafan.

“Artinya kesalehan individual kita perlu dikonfirmasikan dengan tindakan sosial kita. Sesaleh apapun kita, selalu ada kemungkinan kita berbuat dosa terhadap orang lain,” ujar politisi asal Bone, Sulawesi Selatan itu.

Idul Fitri, lanjut Anis, juga mengajarkan kegembiraan dalam beragama. Dalam kegembiraan itu pula sepatutnya Umat Islam mendoakan saudara-saudara yang belum sepenuhnya bergembira di Hari Raya. Anis mengingatkan kondisi kaum muslim Rohingya di Myanmar dan pengungsian, kaum Uyghur di China yang ditekan rezim berkuasa, serta saudara-saudara muslim di belahan dunia lainnya.

“Mari kita bagi sebagian hati gembira kita untuk mereka. Saudara kita di Palestina, Irak, Syria, Mesir, Yaman, Libya, dan masih banyak lagi. Juga kaum muslim Indonesia yang masih didera kemiskinan atau bencana. Teriring doa semoga Allah meridhoi langkah kita selepas Idul Fitri ini,” pungkas mantan Wakil Ketua DPR itu.

Momen yang sangat spesial ini mari kita menguras semua dosa-dosa kita agar kembali fitrah, bersih seperti bayi yang baru dilahirkan. Toleransi sudah dipegang erat oleh Islam, dan terdapat pula di Al-Quran. Maka dari itu mari kita perbanyak ibadah kepada Allah agar kita selalu mendapat pertolongan-Nya.

editor : @permanart

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2015/07/19/71857/ini-kata-anis-matta-terkait-insiden-tolikara/#ixzz3gOuHD1zF
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.