Home >> Dakwah >> Terlalu Sering Mencari, Hingga Lupa untuk Menjadi

Terlalu Sering Mencari, Hingga Lupa untuk Menjadi

KETIKA ada yang bertanya, berapa umur kita di dunia ini? Mungkin akan bermacam-macam jawaban yang muncul. Tak peduli berapa tahun kita telah hidup di dunia ini, namun yang pasti setiap detik waktu yang telah kita gunakan di dunia ini akan dipertanggung jawabkan kelak di hadapan-Nya.

Tanpa kita sadari, kita telah menghabiskan waktu yang telah Allah anugrahi ini dengan sia-sia. Entah itu dengan bermalas-malasan atau menghabiskan waktu dengan kesenangan dunia semata. Kita lupa bahwa kita sedang dalam perjalanan pulang. Hingga kita terlena dengan tempat yang sementara ini.

Dunia ini hanyalah tempat kita beristirahat sejenak. Sesungguhnya kita sedang mengumpulkan bekal untuk dibawa pulang. Kita masih harus berjalan jauh menuju tempat tinggal yang sesungguhnya. Namun hanya sedikit sekali orang yang menyadari akan keadaan ini.

Kita lebih sering mencari hal-hal yang sesungguhnya tidak kita perlukan untuk dibawa pulang. Kita lupa untuk menjadi apa yang telah Rabb Yang Mulia perintahkan.

Kita lebih sering menggunakan lisan ini untuk mengumbar kesalahan orang lain hingga lupa untuk mencaci diri sendiri ketika mulai bermaksiat.

Kita lebih sering menggunakan mata ini untuk melihat yang tidak seharusnya, hingga kita lupa bahwa ada ayat-ayat yang seharusnya lebih sering kita lihat dari apa pun.

Kita terlalu sering mendengarkan keburukan orang lain, hingga kita lupa bahwa telinga ini mempunyai hak untuk mendengarkan nasihat agama yang akan memperbaiki jiwa kta.

Kita lebih sering menggunakan hati ini untuk menerka-nerka apa yang kita anggap benar, hingga kita lupa bahwa hati ini harus bersih dari segala macam penyakit.

Kita terlalu sering mencari keshalehan orang lain, hingga kita lupa untuk menjadi orang yang shaleh. Sungguh, Allah menciptakan manusia dengan maksud yang mulia, maka dari itu sudah seharusnya kita menjadi apa yang sudah Allah perintahkan.

Manusia memang tidak akan pernah lepas dari salah dan dosa, maka dari itulah Allah anugrahi manusia dengan akal. Agar mereka mampu memahami mana yang memang seharusnya mereka kerjakan dan tinggalkan. Allah mengatur segalanya untuk manusia, agar mereka beruntung.[islampos]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...