Home >> Dakwah >> Waktu Adalah Pahala

Waktu Adalah Pahala

SAUDARAKU,

Seorang mukmin yang taat akan selalu berusaha untuk memanfaatkan semua waktunya untuk melakukan kebaikan dan beribadah kepada Allah SWT. Di mana pun dan kapan pun seorang mukmin berada, niatnya hanyalah ditujukkan kepada kebajikan dan mengharap pahala juga ridha Allah SWT.

Sudah seharusnya kita bersikap demikian agar kita tidak menyesal di kemudian hari karena telah menyia-nyiakan waktu yang Allah SWT amanahkan kepada kita selama hidup di dunia.

Saudarku,

Carilah pahala dalam tidur, makan, minum, dan pekerjaan Anda, maka Anda akan diberi pahala, insya Allah. Nafkah yang diberikan kepada isteri-isteri dan anak-anak yang diniatkan untuk mencari pahala, akan diberi pahala juga. Nabi bersabda kepada Sa’ad bin Abi Waqqas ra:
“Tidaklah engkau menafkahkan suatu nafkah karena mengharapkan wajah Allah SWT, kecuali engkau diberi pahala, hingga makanan yang engkau suapkan di mulut isterimu.” (HR. Al-Bukhari)

Amal baik itu banyak sekali, di antaranya menyebarkan dan menjawab salam, mendoakan orang yang bersin dengan mengucapkan yarhamukallaah (semoga Allah SWT mengasihi engkau), rendah hati, memaafkan orang yang pernah menzhaliminya, dan berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya. Semua perkara ini bila dikerjakan seorang muslim karena ketaatan kepada Allah SWT dan niat yang baik mengaharapkan wajah Allah SWT semata, tidak dilakukan sekadar kebiasaan atau kamuflase, maka ia mendapatkan pahala. Bahkan ketika seorang muslim menggauli isterinya, ia akan mendapat pahala.

Saudaraku,

Rasulullah SAW bersabda,
“Persetubuhan salah seorang dari kalian adalah shadaqah.”
Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah , apakah salah seorang di antara kami ketika melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?!”

Seakan-akan mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa ketika seorang laki-laki menyetubuhi isterinya, dan mendapatkan kelezatan serta kenikmatan, ia mendapat pahala? Sedangkan ia bertujuan mendapatkan kelezatan dan kenikmatan?” Rasulullah SAW menjawab,

“Bagaimana pendapat kalian sekiranya ia melampiaskannya dalam keharaman, apakah ia mendapatkan dosa?! Begitu pula bila melampiaskannya dalam kehalalan, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Sebagian Salaf mengatakan, “Tidurnya orang mukmin, makan dan minumnya, semua itu adalah amal-amal shalih yang pahalanya akan mengalir padanya, bila diniatkan sebagai ketakwaan dalam ketaatan kepada Allah.”

Sumber: 31 Tuntunan Hidup Berkah & Panjang Umur ‘ala Nabi SAW/Amir bin Muhammad al-Mudari/Penerbit: Pustaka Ibnu ‘Umar/2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kajian ala Mahasiswa Gontor

Cendikiawan Prof Nurcholish Madjid (Cak Nur) sempat mengunjungi pesantren tempatnya belajar, Darussalam ...