Berita Islami Masa Kini

Caisar Putra Aditya: Mengejar Hidayah, Bukan Menunggu

0

Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal Caisar Putra Aditya. Pria yang akrab disapa Cesar itu popular karena ‘goyangan’nya di salah satu program sahur di stasiun televisi swasta. Mungkin tidak ada yang menyangka, jika kini dia hijrah dan meninggalkan karirnya di dunia entertainment untuk fokus beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Caisar mengaku bahwa hidayah yang dia rasakan saat ini, tak lepas dari perantara sang istri Indadari Mindrayanti. Dia merasa hijrah dari kehidupannya yang ‘gelap’ menjadi ‘terang’. “Awalnya diajak ke majelis ta’lim sama istri,. Ya sempet ngerasa ngapain sih. Gak penting,” ujarnya. Namun, setelah beberapa kali hadir ke kajian-kajian, sampailah Caisar pada suatu ta’lim bertemakan, “Aku Ingin Berubah”.

“Saat itu Ustadz Syafiq yang menjadi pembicara, menceritakan tentang apa yang disebut, “Aku Ingin Berubah”. Terus saya renungkan, kenapa saya gak berubah ya. Selama ini yang saya lakukan apa manfaatnya,” tuturnya. Sejak saat itulah Caisar mulai mengubah gaya hidupnya menjadi lebih Islami.

Lelaki yang lahir di bulan Agustus ini juga menuturkan, bahwa dia sering berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah padanya. “Manusia kan berubah karena hidayah. Jadi saya berdoa memohon, Ya Allah hadirkan hidayah padaku,” akunya. Sampai pada akhirnya lewat momen ta’lim tersebut, Caisar merasa dirinya telah yakin untuk hijrah.

Setelah memantapkan diri untuk hijrah, Caisar memutuskan untuk meninggalkan karirnya di dunia hiburan. Dia mengakui bahwa itu bukanlah hal yang mudah, mengingat dunia inilah yang membuat namanya dikenal banyak orang. “Saya gak lupa sama dunia hiburan. Karena memang ‘dunia’ ini yang udah membuat saya dikenal banyak orang. Ya tapi saya lebih senang gini (tidak bekerja lagi di dunia hiburan, red). Terasa sederhana tapi berkah,” ujar pria kelahiran 25 tahun lalu itu.

Meski sudah tidak berkarir di dunia entertain, Caisar tetap menjalin silaturahim dengan teman-teman yang masih aktif di dunia tersebut. Baginya, silaturahim tetap harus dijaga meskipun dia sudah pamit dari panggung hiburan. Saat ini, Caisar lebih fokus berbisnis kaos Islami dan menikmati waktu bersama keluarga. Lewat bisnisnya ini, dia ingin berdakwah dan menyampaikan pesan kebaikan bagi banyak orang.

“Saya ingin dakwah lewat baju. Seperti ada baju yang tulisannya, Sudah Shalat Belum, Shalatlah Sebelum Kamu Dishalatkan. Jadi ngingetin dan ngajakin orang. Semoga bermanfaat,” harapnya.

Motivasinya dalam berhijrah juga didukung oleh istri, orang tua dan orang-orang di sekelilingnya. “Walaupun berat meninggalkan dunia entertainment, ya saya kan manusia biasa. Apa sih yang dikejar,” candanya. Dia mengatakan bahwa banyak orang yang menyukai perubahannya. Namun Caisar menyadari bahwa tetap ada yang tidak suka. Baginya itu hal biasa.

Dalam menjalani aktivitasnya saat ini, Caisar mengakui bahwa dirinya semakin lega, tenteram, dan tulus saat semakin khidmat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan ketika ditanya, apakah dirinya akan mencoba menjadi penyanyi religi? Caisar menjawab dengan tegas bahwa dia sudah merasa cukup dengan hidupnya seperti saat ini. “Enggak lah, saya mau lempeng aja. Berdagang. Insyaa Allah keberkahan mengikuti. Nikmatin aja kumpul dengan keluarga. Senyum dan salam ke siapa aja,” katanya.

Perubahan yang dia lalui saat ini, tentunya berkat hidayah yang didapatkan. “Marilah kejar hidayah. Hidayah jangan ditunggu, tapi dikejar dengan kilometer yang paling cepat,” ajaknya antusias. Menurutnya, sebagai manusia seharusnya kita mengejar akhirat dan dengan sendirinya dunia akan mengikuti.

Suami dari Indadari ini berharap dia bersama keluarganya dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah. Selain itu, dia juga berharap dapat terus menuai keberkahan hingga sampai ke surga. “Banyak orang yang bisa nyicil rumah di dunia, tapi belum tentu bisa nyicil rumah di surga. Saya berharap bisa nyicil rumah di surga, beramal dan bersedekah. Serta terus istiqomah,” tutupnya. (cr1)

* Dinukil dari ESQ Life Magazine edisi April 2015

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.