Berita Islami Masa Kini

Islam Hanya Satu

0

Oleh: Sri Nurhayati, S.Pd.I

IDE Islam Nusantara kembali menjadi perbincangan. Banyak intelektual, ulama, politisi dan pejabat pemerintah yang menggunakan istilah ini ketika membicarakan Islam. Bahkan acara akbar yang diadakan oleh ormas terbesar di Indonesia, menjadikan Islam nusantara sebagai tema acara ini, yaitu “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradapan Islam di Indonesia dan Dunia”.

Penggunaan istilah Islam Nusantara dianggap sebagai wujud kearifan lokal Indonesia. Menurut Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, Islam tidak harus seperti Islam di Arab atau Timur Tengah. Islam Nusantara adalah Islam yang khas ala Indonesia (Republika.co.idi. 10/03).

Selain itu juga ada anggapan lain adalah, bahwa Islam Nusantara dianggap sebagai bentuk alternatif untuk menampilkan wajah Islam yang lebih ‘moderat’ dan ‘toleran’.

Sekilas anggapan itu nampak indah, tapi jika kita pahami, sesungguhnya hal ini terdapat suatu kekeliruan. Pasalnya al-Quran diturunkan oleh Allah SWT sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia, tidak ada kekhususan bagi orang Arab, Eropa, Asia, dan sebagainya. Perlu kita pahami bahwa Islam bukanlah produk budaya Arab, meskipun al-Quran dan al-Hadits berbahasa Arab, tapi isinya bukan budaya Arab, melainkan perintah Allah SWT untuk seluruh umat manusia.

Pengistilahan Islam Nusantara yang dianggap pula sebagai wajah dari ‘Islam moderat’ merupakan pandangan yang tanpa disadari dapat mematikan keyakinan umat terhadap Islam. Bahkan dengan memberikan label-label yang lain seperti, ‘Islam radikal’, ‘Islam militan’, ‘Islam Fundamentalis’ dan sebagainya. Hal ini sesungguhnya sengaja untuk menjadikan umat terpecah belah.

Bahkan istilah – istilah yang ada dipropagandakan sebelum maknanya didefinisikan dengan jelas. Ini sebenarnya merupakan bagian dari strategi Barat untuk memcah-belah umat Islam melalui strategi politik belah bambu.

Karena itu, sudah sepatutnya kita tidak ikut – ikutan dengan menambahkan daftar panjang predikat Islam. Karena Islam itu satu. Islam tidak terpecah belah. Syahadatnya sama, sumber hukumnya sama: al-Quran dan as-Sunah. Allah SWT menegaskan dalam firmannya dalam surat Al – Mu’minuun ayat 52 yang artinya ,“Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.”

Jadi tidak ada ‘Islam Indonesia’, ‘Islam Turki’, atau ‘Islam Arab’. Umat Islam hanya satu, tidak ada ‘Umat Islam Indonesia”, ‘Umat Islam Arab’ atau yang lainnya. Semuanya adalah Islam dan umat Islam. Wallahua’lam bi ash-shawab. []

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.