Home >> News >> Kami Merindukan Umar

Kami Merindukan Umar

Oleh: Faisal Febrianto

SETIAP orang tua pasti memenginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka rela melakukan apa pun dan membayar berapa pun agar anak-anaknya memiliki masa depan yang cerah. Termasuk dalam hal pendidikan. Mereka rela melakukan segala cara agar anaknya bisa masuk ke sekolah favorit agar kelak anaknya bisa menjadi seorang yang pandai dan dapat dibanggakan. Namun, ada hal yang mereka lupakan, yaitu bahwa pendidikan mendasar dan sesungguhnya bukan dilakukan di sekolah tetapi hal itu hanya bisa dilakukan di rumah tempat mereka tinggal.

Akan menjadi hal yang percuma ketika anak yang disekolahkan di sekolah bermutu namun, tidak dibarengi dengan pendidikan yang diberikan oleh orangtuanya. Sebaik-baiknya seorang guru tentu saja memiliki keterbatasan dalam memantau anak didiknya dan tentu saja akan sangat merepotkan jika guru tersebut harus tetap memantau kegiatan anak di luar sekolah. Karena boleh jadi guru itu pun memiliki kesibukan lain yaitu mengurusi keluarganya atau rumah tangganya.

Jika kita berkaca pada zaman, tentu dunia ini pernah melahirkan generasi terbaik dan figur pendidik terbaik. Ya, generasi terbaik itu ialah generasi para sahabat Rasulullah saw, hal tersebut sesuai dengan sabdanya, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat) kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabiu’t tabi’in)” (Hadits Bukhari & Muslim). Lihatlah hanya dalam kurun waktu kurang dari 30 tahun mereka menjelma menjadi kekuatan super power yang mengusai dunia. Mereka dapat menggulingkan dua kekuasaan besar saat itu yaitu imperium Romawi dan Persia.

Bahkan bukan hanya sekedar memperluas kekuasaan wilayah, merekapun banyak mengilhami revolusi di berbagai bidang dalam kehidupan. Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran pemimpin mereka yang sekaligus merupakan guru bagi mereka yaitu Rasulullah saw yang mendidik mereka selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Pendidikan yang diberikan Rasulullah pun bukan pendidikan biasa tapi pendidikan yang dituntun oleh wahyu. Sehingga generasi yang di hasilkan pun adalah generasi Qurani yang tidak melupakan hal yang bersifat duniawi.

Andai para orangtua dan para guru sadar bahwa sejarah itu akan berulang, dan memang dunia ini pun hanya pengulangan sejarah yang terjadi. Maka sudah sepatutnya kita mengikuti cara mendidik ala Rasulullah saw yang memang sudah terbukti sukses menghasilkan generasi terbaik. Bukan malah meniru dan mengekor kepada cara pendidikan Barat yang sekuler dan hanya berdasarkan dugaan.

Dan jika kita melihat generasi hari ini seolah sosok yang dihasilkan dari pendidikan yang mengekor pada Barat ini adalah para Firaun modern yang memiliki kekuasaan namun menyalah gunakan kekuasaannya, dan Haman modern yang memiliki ilmu namun bukan untuk kemaslahatan umat tapi untuk menjilat para penguasa dan menjadikan rakyat menderita, juga sosok Qorun modern yaitu orang yang memiliki harta banyak namun, ia tidak menjadikan harta itu sebagi alat untuk menyejahterakan umat tapi malah memamerkan kemewahan di depan khalayak umum agar masyarakat menyanjungnya dan agar masyarakat memiliki keinginan hidup kaya dan mewah seperti dirinya. Tentu dengan keadaan seperti ini siapa yang tidak kecewa, ternyata hasil didikannya selama ini telah gagal dan menjadi generasi yang destruktif.

Rindu Sosok Umar

Mungkin telah banyak kisah mengenai kepemimpinan Umar bin Khatab ra yang kita baca dan simak. Baik itu dari buku atau dari majelis ta’lim yang kita hadir di dalamnya. Betapa sosok ini begitu fenomenal dan luar biasa. Bagaimana tidak sosok yang dulunya adalah seorang jawara yang menentang kebenaran. Tiba-tiba Allah mengetuk pintu hatinya dan menanamkan iman padanya sehingga berubahlah sosok ini menjadi seorang yang tegas, kuat, dan membela orang yang lemah dan teraniaya.

Sewaktu ia menjabat sebagai Khalifah pun ia menjadi sosok yang adil juga tegas namun sangat sederhana dan sosok yang begitu tawadhu. Ia pun merupakan sosok yang banyak memberikan sumbangan ide terhadap umat Islam dan melakukan ekspansi wilayah hingga kekuasaan Daulai Islam saat itu mencapai benua Afrika.

Sebetulnya bukan hanya Umar ra generasi terbaik itu, ada lagi para-sahabat yang mewakili berbagai bidang yang memiliki keteladanan, seperti sosok Salman Al Farisi ra yang mewakili kalangan teknokrat yang tetap rendah hati dan sederhana dan menggunakan ilmunya untuk kemaslahatan umat, atau sosok Abdurahman bin Auf yang mewakili kalangan pengusaha dan hartawan yang sangat dermawan dan sederhana.

Itulah figur hasil dari didikan terbaik dari seorang guru yang terbaik. Generasi yang dihasilkan bukan hanya mementingkan hal yang bersifat duniawi tapi juga generasi yang mempersiapkan kehidupan akhiratnya. Wahai para guru dan orangtua rindukah kalian dengan sosok-sosok tersebut? Jika rindu maka hadirkanlah figur tersebut di rumah-rumah dan kelas-kelas yang kalian pimpin dengan cara meniru pendidikan ala Rasulullah saw yang sudah jelas dan terbukti menghasikan manusia-manusia terbaik yang memimpin dunia dengan keadilan dan kemaslahatan.

Faisal Febrianto, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...