Home >> Nasional >> Masjid Agung Demak, Konon Dibangun Wali Songo dalam Semalam

Masjid Agung Demak, Konon Dibangun Wali Songo dalam Semalam

Demak – Demak menjadi lokasi bagi masjid yang menjadi salah satu pusat dakwah agama Islam di Pulau Jawa, yaitu Masjid Agung Demak. Masjid ini konon dibangun oleh Raden Patah dan Wali Songo hanya dalam waktu satu malam.

Masjid Agung Demak ada di Demak, Jawa Tengah, tepatnya di depan alun-alun. detikTravel bersama rombongan awak media berkunjung ke Masjid Agung Demak atas undangan dari Sampoerna Kretek, pada hari Sabtu (11/7/2015).

Masjid tersebut berdiri sejak sekitar abad ke-15 dan dibangun oleh sultan pertama dari Kesultanan Demak bernama Raden Patah, serta para Wali Songo yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa. Kabarnya, pembangunan masjid tersebut selesai dalam waktu tak lebih dari sehari.

“Konon ceritanya hanya satu malam. Jadi antara pagi sampai besok subuh,” ujar Kiswoyo, Penjaga Museum Masjid Agung Demak.

Raden Patah serta Wali Songo berbagi-bagi tugas dalam membangun masjid. Ada 4 Wali Songo yang ditugaskan mencari tiang penyangga dari kayu jati, yaitu Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel dan Sunan Kalijaga. Keempat tiang itu disebut soko guru atau tiang utama.

Dari keempat tiang, ada satu yang cukup unik. Salah satu tiangnya ada yang merupakan gabungan dari serpihan-serpihan kayu yang disebut soko tatal. Ini adalah tiang yang dibawa atau dibuat oleh Sunan Kalijaga.

“Yang soko tatal artinya serpihan kayu disambung jadi satu. Waktu itu sudah hampir subuh. Tapi tiang punya Sunan Kalijaga itu kurang. Jadi potongan kayu ditumpuk, dijadikan satu terus diikat,” jelas Kiswoyo.

Keempat tiang ini diletakkan di bagian tengah masjid dan memang menjadi penyangga utamanya. Kalau atap masjid, bentuknya seperti segitiga bersusun.

“Atapnya Sirap, itu dari kayu juga. Kayak kerucut, segitiga,” kata Kiswoyo.

Masjid Agung Demak memang didirikan sedemikian rupa agar bisa difungsikan sebagai tempat ibadah serta berkumpulnya para Wali Songo. Karena memang di Demak dibutuhkan tempat untuk pusat berkumpulnya para Wali Songo.

“Dulukan mau berdirinya kerajaan Demak dan pusat penyiaran (agama Islam-red) para Wali di sini. Maka di sini didirikan masjid. Engga hanya untuk tempat ibadah, tapi bisa buat tempat berkumpul juga,” jelas pria yang menggunakan kaos dan celana panjang ini.

Sejak pertama kali dibangun, masjid ini telah direnovasi sekitar satu kali pada tahun 1984. Hingga sekarang masjid selalu dikunjungi oleh masyarakat yang ingin wisata religi, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Renovasi baru sekali 1984. Ciri khasnya memang dibuat para wali gitu. Setiap hari 24 jam, dari seluruh Indonesia hingga luar negeri suka dateng ke sini,” jelas Kiswoyo.

Ketika berkunjung, selain bisa beribadah pengunjung juga bisa ziarah ke makam muslim di kawasan masjid. Ada makam Raden Patah, Syekh Maulana Magribi dan lain-lain. Selain itu ada pula Museum Masjid Agung Demak yang dikunjungi setiap hari Sabtu-Kamis sekitar pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panglima TNI Yakin Tak Ada Upaya Kudeta, Lain Lagi Kata Pulisi…

Trenmuslim.web.id– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan ...