Berita Islami Masa Kini

Perjuangan Aysha Menjadi Mualaf, Mulai Belajar Shalat dari Internet Hingga Hadapi Tudingan Jadi Teroris

0

Aysha harus menjalani perjuangan berat untuk menjadi mualaf. Mulai dari tak adanya muslim di skeitarnya yang membuatnya harus belajar shalat melalui internet, hingga tudingan bakal jadi teroris karena memeluk Islam. Namun ia tetap tegar dan kokoh di jalan lurus-Nya itu.

Asal Aysha dari wilayah utara Hungaria. Ia mendengar mengenai Islam pertama kali saat belajar sejarah di sekolah menengah. Seperti diketahui, Hungaria pernah berada di bawah kekuasaan Turki selama 150 tahun.

Kemudian setelah lulus sekolah menengah, Aysha melanjutkan kuliah biologi molekuler di universitas. Di kampus ia menemui banyak mahasiswa asing yang beragama Islam. Selama ini Aysha adalah penganut Katolik. Namun ia memiliki keraguan terhadap ajaran agama terdahulunya itu, seperti pada konsep trinitas dan soal ajaran bahwa Allah memiliki anak.

Kemudian, pada suatu waktu saat sedang makan malam, suara adzan terdengar. Aysha terkesan dengan suara adzan tersebut. Selanjutnya, pada suatu musim panas, saat membuka internet, ia mendownload sebuah program berisi aplikasi Alquran. Ia tak sadar mengapa melakukannya. Lalu ia pun mulai mendengarkan ayat-ayat Al Quran dalam bahasa Arab itu. Ia pun membaca artinya dalam bahasa Inggris. Mulai saat itu, Aysha semakin tertarik pada Islam. Ia makin giat belajr Islam melalui buku-buku keislaman.

Dua bulan kemudian berlalu. Aysha kemudian memutuskan masuk Islam. Aysha masuk Islam sekitar tahun 2007. Sejak itu ia mulai menjalani kehidupan baru. Aysha belajar cara shalat melalui internet. Hal itu dilakukannya sebab tidak ada Muslim yang berada di dekat tempat tinggalnya.

Saat berjumpa dengan seorang teman yang Muslim, teman itu justru membuatnya jadi ragu. Sebab teman muslimnya itu berkata kalau Aysha tidak pernah bisa memahami Islam sebab tidak dilahirkan sebagai Muslim.

Aysha yang baru masuk Islam ketika itu tentu saja merasa takut. Dalam pikirannya, ia takut bagaimana jika tidak bisa berdoa dalam bahasa Arab, tidak memiliki jilbab sebagai penutup kepala, tidak memiliki sajadah untuk sholat, dan banyak ketakutan lainnya.

Namun kemudian ia pun mengubah pikirannya menjadi positif. Ia tuliskan bacaan shalat di kertas dan dibacanya keras-keras. Hingga akhirnya ia hafal bacaan shalat dalam bahasa Arab. Dari Facebook, ia juga mendapat banyak teman dan saudara baru. Tidak sedikit muslim yang mengiriminya perlengkapan shalat, jilbab, dan buku-buku Islam. Aysha juga memperoleh kiriman Al Quran berbahasa Arab dari seorang muslim di Yordania. Aysha pun kini sudah mengenakan hijab lebih dari setahun.

Namun apa yang dirasakannya sekarang itu tidak mudah. Aysha harus melewati rintangan berat. Ibu Aysha bahkan sempat meletakkan semua makanan mengandung babi di kulkas supaya Aysha tidak bisa makan. Ibundanya itu juga sempat mengatakan Aysha akan jadi teroris. Namun Aysha tetap sabar dan bersikap baik pada ibunya. Setelah sekian waktu, akhirnya ibunya pun bisa menerima keislaman Aysha dan hubungan mereka kembali baik.

Saat ini Aysha aktif dalam kegiatan sosial di Debrecen. Ia mengumpulkan pakaian bekas dan ikut mendampingi saudara-saudaranya yang ingin masuk Islam. [fimadani]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.