Berita Islami Masa Kini

Wahai Para Ayah, Renungkanlah …

0

Tugas seorang ayah tidak sekedar sebagai pencari nafkah saja bagi keluarga. Ia memiliki peran yang lebih dari itu. Ia adalah seorang pemimpin, sosok yang menjadi nakhoda dalam bahtera rumah tangga. Bersama istri, mereka menjalani kehidupan, saling memahami peran masing-masing. Berikut sebuah renungan untuk para ayah dari Ranee Fauziya, semoga dapat bermanfaat,

Wahai para ayah…renungkanlah…
Tatkala anak mu menangis tiap kau hendak pergi ke masjid,,,istrimu berusaha keras untuk menenangkan anakmu agar kau tidak terlambat sholat berjama’ah,,,maka ketika kau selesai sholat bergegaslah pulang dan ajak mainlah anakmu,,,kau tidak tahu betapa beratnya istrimu karena sholat tidak bisa tepat waktu…maka jangan kau buat dia tambah terlambat…

Tatkala istrimu tidak dapat melakukan sholat sunnah rawatib, tarawih dan lainnya dikarenakan sibuk mengurusi anakmu, maka suruhlah ia atau izinkanlah ia untuk bershadaqah….karena mayoritas penduduk neraka adalah wanita, sedang wanita khususnya seorang ibu seringkali susah untuk menjalankan ibadah-ibadah wajib dengan sempurna (karena haid, nifas dll) apalagi ibadah sunnah…maka Rasulullah menyuruh perempuan untuk banyak bershodaqah.

Tatkala kau pulang disambut oleh istrimu yang sudah berhias dan merapikan rambutnya, maka puji lah ia,,,karena betapa susahnya seorang ibu yang memiliki balita untuk berhias…dan ia berhias semata-mata untuk suaminya,,,maka hargailah ia…

Sebaliknya,,apabila kau pulang sedang istrimu dalam keadaan kurang rapi,rambut acak-acakan,,muka kusam,,,maka janganlah kau langsung membandingkannya dengan wanita-wanita yang kau lihat diluar apalagi artis…kau tidak tau betapa susahnya berhias…tiap kali selesai merapikan rambut si kecil suka menjambaknya…ketika selesai mandi tiba-tiba anakmu mengotori baju ibunya dengan tangan dan mulutnya…maka berhusnudzanlah,,,dan alangkah baiknya kau ambil alih anakmu dan suruhlah istrimu untuk mandi dan berhias….

Tatkala rumahmu kurang enak dipandang maka janganlah kau me-labeli istrimu dengan istri yang jorok,,,tapi lihatlah apa yang dilakukannya seharian,,,ia sibuk mengurus anakmu yang sangat lincah,,,memandikannya,,,memberinya makan..kemudian anakmu menghamburkan mainan atau mengotori lantai..maka sepantasnya kau ringankan pekerjaan istrimu misal mencuci piring atau menyapu rumah…

Tatkala kau memiliki banyak waktu luang sehingga mampu membaca banyak dari al-quran,,,sedangkan istrimu masih sibuk mengurusi anakmu,,,maka berbagilah waktu dengannya dan ambillah anakmu kemudian suruhlah istrimu untuk membaca al-quran..,janganlah mementingkan diri sendiri…yang demikian supaya suami dan istri dapat berkumpul di Jannah…maka bersemangatlah ibadah untuk dirimu dan keluargamu…

Tatkala masakan istrimu tidak selezat masakan ibumu,,,maka janganlah kau menghinanya,,,apalagi sampai membandingkan dengan masakan ibumu….kau tidak tahu betapa besar usaha istrimu agar masakannya disukai suaminya…ia masak dengan cinta dan penuh harap agar suaminya suka dengan masakanya,,,maka terbayang jika kemudian kau menghinanya apalagi membandingkannya dengan masakan ibunya…betapa hancur perasaan istrimu…sudah cape-cape memasak dengan sepenuh hati lalu kau hina….bayangkan betapa putus asanya istrimu saat hendak memasak lagi untukmu karena takut tidak sesuai seleramu…
Alangkah baiknya kau puji masakan istrimu lalu kau akhiri dengan masukan yang lembut,,,”wah masakanmu enak,,tapi nanti garamnya dikurangi ya..”

Bayangkan jika seperti itu,,,niscaya istrimu akan bahagia dan tambah semangat.

[muslimahzone]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.